Apakah investasi tanah menguntungkan? Simal Penjelasan Luarbiasa.id

invetasi tanah

Melansir dari Luarbiasa.id, Kebanyakan investor yang memiliki uang dingin memilih untuk investasi tanah. Tetapi harus diingat kalau ini merupakan investasi yang cocok dilakukan untuk jangka panjang.

Secara teoritis memang ini merupakan jenis investasi yang aman dan menguntungkan, sebab jumlah tanah akan selalu tetap, tetapi jumlah penduduk seiring waktu akan semakin banyak.

Dengan kata lain, bertambah lama maka permintaan akan semakin meningkat sementara supply akan semakin menipis.

Ya ini merupakan sebuah teori yang sederhana bukan?

Investasi tanah tidak selalu menguntungkan

Walaupun teori deman supply seperti di atas. Tetapi Anda harus hati-hati karena ternyata kalau salah memilih tanah yang hendak dibeli bukannya keuntungan yang didapatkan melainkan rugi. Contohnya karena bencana.

Bencana ini tidak selalu dapat diperkirakan. Contoh saja kasus lumpur Lapindo. Mana ada orang yang tahu kalau bisa terjadi bencana lumpur Lapindo silam.

Jika Anda tidak sengaja pernah invest di sebidang tanah di daerah tersebut. Maka Anda pasti akan merugi. Karena bencana lumpur Lapindo tersebut menyebabkan harga tanah di sekitarnya turun drastis.

Kelebihan investasi tanah

Ya walaupun memang ada resiko. Tetapi dapat dibilang kalau resiko untuk jenis investasi yang satu ini sangat kecil. Selain itu juga memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

1. Biaya perawatan yang hemat

Apabila jenis properti yang Anda invest, contohnya apartemen, ataupun rumah. Itu mempunyai biaya perawatan atau biaya maintenance yang cukup tinggi.

Dengan demikian semakin panjang jangka waktu investasi maka pengeluaran tetap terjadi, dan semakin menumpuk. Tetapi jika investasi tanah / lahan kosong itu berbeda. Karena tak membutuhkan perawatan apapun. Jadi setelah dibeli dibiarkan saja, dan biarkan harganya semakin naik.

Simak Juga  Peran Teknologi Informasi dalam Bisnis Internasional

Boleh juga tanah digunakan untuk sewa menyewa. Jadi walaupun tidak dijual kembali. Tetapi Anda akan terus mendapatkan passive income. Hal ini berlaku jika tanah yang diinvest itu lokasinya strategis.

2. Harga tanah yang naik terus

Umumnya harga tanah itu tiap tahunnya selalu naik. Apalagi jika kondisi inflasi. Lebih baik invest tanah dibandingkan menyimpan uang di tabungan.

Untuk persentase kenaikan rata-rata 20% sampai dengan 25% per tahunnya. Tentunya kenaikan harga tanah ini juga dipengaruhi faktor-faktor yang lain. Salah satu faktor yang paling signifikan adalah lokasi tanah tersebut. Khususnya jika tanah berlokasi dalam area yang berkembang, harga pun akan meningkat dengan cepat.

Lain cerita jika akses ke lokasi terbilang sulit. Maka walaupun tanah mengalami kenaikan harga tetapi tidak akan terlalu pesat kenaikannya.

3. Dapat digunakan untuk menjalankan bisnis lain

Sudah banyak investor tanah yang memanfaatkan tanah yang mereka beli untuk sumber penghasilan tambahan. Jadi sembari menunggu harga tanah naik, yang memakan waktu lama, bisa diubah jadi lahan parkir contohnya. Dengan demikian akan tetap mendapatkan pendapatan. Jadi waktu pun tidak sia-sia.

Ini biasanya dilakukan di tanah yang berlokasi dekat dengan tempat perbelanjaan besar, ataupun dekat dengan pemukiman penduduk. Karena banyak rumah yang tidak memiliki lahan parkir mobil.

Contoh nyata saja di daerah Siwalankerto, Surabaya. Di situ banyak kos-kosan.

Dan banyak mahasiswa yang membawa mobil tetapi kos-kosan yang mereka tinggali tidak menyediakan tempat parkir mobil. Tetapi saat kami melewati daerah tersebut, dapat dilihat ada tanah kosong yang dijadikan lahan parkir.

Mahasiswa yang membawa mobil pun nyaman karena mendapatkan tempat parkir yang luas. Tetapi mereka diwajibkan untuk membayar biaya bulanan.

Simak Juga  Membangun Komunitas Konsumen: Peran Jasa Iklan Produk dalam Pembentukan loyalitas Pelanggan

You May Also Like

About the Author: admin